SANDY GILANG
19514988 - 3PA12
A. Pengertian Manajemen
Secara umum
pengertian manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan dan pengawasan terhadap usaha-usaha para anggota organisasi dan
pengunaan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan
sebelumnya. Manajemen memiliki kegiatan memimpin, mengatur, mengelola,
mengendalikan, dan mengembangkan.
Manajemen
dapat dikatakan sebagai seni. Manajemen merupakan seni dalam menyelesaikan
pekerjaan melalui kerja sama dengan orang lain. Seni manajemen terdiri dari
kemampuan untuk melihat totalitas di bagian-bagian yang terpisah dari suatu
kesatuan gambaran tentang visi. Seni manajemen mencakup kemampuan komunikasi
visi tersebut. Aspek-aspek perencanaan kepemimpinan, komunikasi dan pengambilan
keputusan mengenai unsur manusia tentang cara menggunakan pendekatan manajemen
seni.
Berikut beberapa definisi manajemen yang dikemukakan
oleh para ahli yaitu sebagai berikut :
·
Manullang : Pengertian manajemen menurut Manullang adalah seni dan ilmu
pencatatan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, pengawasan terhadap
sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
·
John D. Millet : Menurut John. D. Millet yang berpendapat dalam
bukunya yang berjudul Managemen in the public service bahwa pengertian
manajemen adalah proses dalam memberikan arahan pekerjaan kepada orang-orang
dalam suatu organisasi guna mencapai tujuan.
B. Pengertian
Kepemimpinan
Manajemen
dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang memiliki target dan tujuan dengan
menggunakan perencanaan, pengarahan serta pengorganisasian dalam mencapai
tujuan tersebut, Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement,
yang memiliki arti “seni melaksanakan dan mengatur.” Manajemen belum memiliki
definisi yang mapan dan diterima secara universal.
Pengertian
Manajemen Menurut Para Ahli:
·
Menurut Mary Parker Follet Manajemen Adalah sebagai seni menyelesaikan
pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer
bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
·
Menurut Prof. Eiji Ogawa Manajemen adalah Perencanaan, Pengimplementasian
dan Pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang
dilakukan oleh organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan
sasaran-sasaran untuk kerja yang dapat disempurnakan sesuai dengan kondisi
lingkungan yang berubah.
C. Pengertian
Perencanaan
Dalam proses
manajemen, yang menjadi titik awalnya adalah perencanaan. Jadi perencanaan
sebagai awal kita melakukan proses manajemen sebelum kita melakukan
pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan.
Menurut George R. Terry perencanaan adalah :
“planning is the selecting and relating of fact and the making and using of
assumption regarding the future in the visualization and formulating of
proposed activities believed necessary to achieve desired result”.
Dalam
pengertian tersebut bisa kita simpulkan antara lain:
·
Perencanaan merupakan kegiatan
yang harus didasarkan pada fakta, data dan keterangan kongkret.
·
Perencanaan merupakan suatu
pekerjaan mental yang memerlukan pemikiran, imajinasi dan kesanggupan melihat
ke masa yang akan datang.
·
Perencanaan mengenai masa yang
akan datang dan menyangkut tindakan-tindakan apa yang dapat dilakukan terhadap
hambatan yang mengganggu kelancaran usaha.
·
Pada intinya perencanaan dibuat
sebagai upaya untuk merumuskan apa yang sesungguhnya ingin dicapai oleh sebuah
organisasi atau perusahaan serta bagaimana sesuatu yang ingin dicapai tersebut
dapat diwujudkan melalui serangkaian rumusan rencana kegiatan tertentu.
D. Langkah-langkah
Menyusun Perencanaan
Semua
kegiatan perencanaan pada dasarnya melalui 4 tahapan berikut ini :
a. Tahap 1 :
Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan.
Perencanaan dimulai dengankeputusan-keputusan
tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok kerja.Tanpa rumusan
tujuan yang jelas, organisasi akan
menggunakan sumber daya sumberdayanya secara tidak efektif.
b. Tahap 2 : Merumuskan keadaan saat ini.
Pemahaman akan posisi perusahaansekarang dari tujuan
yang hendak di capai atau sumber daya-sumber daya yang tersediauntuk pencapaian
tujuan adalah sangat penting, karena tujuan dan rencana menyangkutwaktu yang
akan datang. Hanya setelah keadaan perusahaan saat ini dianalisa, rencanadapat
dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegiatan lebih lanjut. Tahap kedua
inimemerlukan informasi-terutama keuangan dan data statistik yang didapat
melaluikomunikasi dalam organisasi.
c. Tahap 3 : Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan.
Segala kekuatan dankelemahan serta kemudahan dan
hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukurkemampuan organisasi dalam
mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan
intren dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya,atau yang
mungkin menimbulkan masalah. Walau pun sulit dilakukan, antisipasi
keadaan,masalah, dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di waktu
mendatang adalahbagian esensi dari proses perencanaan.
d. Tahap 4 : Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk
pencapaian tujuan
Tahap terakhir dalam proses perncanaan meliputi
pengembangaan berbagaialternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian
alternatif-alternatif tersebut danpemilihan alternatif terbaik (paling
memuaskan) diantara berbagai alternatif yang ada.
E.
Manfaat Perencanaan
Dalam Manajemen
Perencanaan
mempunyai banyak manfaat, diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Membantu manajemen untuk
menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan
b. Membantu dalam kristalisasi
persesuaian dalam masalah-masalah utama
c. Memungkinkan manajer memahami
keseluruhan gambaran operasi lebih jelas
d. Pemilihan berbagai alternatif
terbaik
e. Standar pelaksanaan dan pengawasan
f. Penyusunan skala prioritas, baik
sasaran maupun kegiatan
g. Menghemat pemanfaatan sumber daya
organisasi
h. Alat memudahkan dalam
berkoordinasi dengan pihak terkait
i. Membuat tujuan lebih khusus,
terperinci dan lebih mudah dipahami
j. Meminimumkan pekerjaan yang tidak
pasti, dan
k. Menghemat waktu, usaha dan dana.
F.
Jenis Perencanaan
Melihat
tingkat hirarkis, ada tiga jenis perencanaan: perencanaan strategis, taktis dan operasional.
1. Perencanaan Strategis
Perencanaan
strategis dianggap oleh organisasi secara keseluruhan dan dihasilkan oleh
tingkat hirarki yang lebih tinggi dari sebuah organisasi. Berkaitan dengan
tujuan jangka panjang dan strategi dan tindakan untuk mencapainya.
Perencanaan
ini merupakan proses dimana eksekutif / top manajer meramal arah jangka panjang
dari suatu entitas dengan menetapkan target spesifik pada kinerja, dengan
mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal untuk melakukan tindakan
perencanaan yang dipilih.
Hal ini
biasanya dilakukan dalam organisasi pada tingkat manajerial, atau tingkat
tertinggi perintah, yang dilakukan dengan cara taktik dan prosedur yang
digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau diberikan perencanaan jangka
panjang lebih dari 5 tahun.
Perencanaan
strategis juga merupakan suatu hal untuk merencanakan strategi dalam segala hal,
atau dalam kehidupan sehari-hari setiap orang.
2. Perencanaan Taktis / Taktik
Pada tingkat
kedua dari perencanaan, taktis, kinerja berada dalam setiap area fungsional
bisnis, termasuk sumber daya tertentu. Perkembangannya terjadi oleh tingkat organisasi
menengah, bertujuan untuk efisiensi penggunaan sumber daya yang tersedia untuk
jangka menengah proyeksi. Dalam perusahaan besar dengan mudah mengidentifikasi
tingkat perencanaan, yang diberikan oleh setiap kepala bagian.
Bagian taktis
merupakan proses yang berkelanjutan, yang bertujuan dalam waktu dekat,
merampingkan pengambilan keputusan dan menentukan tindakan. Bagian Ini
dilakukan secara sistemik karena merupakan totalitas yang dibentuk oleh sistem
dan subsistem, seperti yang terlihat dari sudut pandang sistemik. Apakah
iteratif, dan proyek mana yang harus fleksibel dan menerima penyesuaian dan
koreksi. Teknik ini memungkinkan pengukuran siklus dan evaluasi sebagai
dijalankan yang secara dinamis dan interaktif dilakukan dengan orang lain, dan
merupakan teknik yang mengkoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan
yang diinginkan dari efisiensi.
3. Perencanaan Operasional
Ketidakpastian
yang disebabkan oleh tekanan dan pengaruh lingkungan harus berasimilasi pada
pertengahan atau taktik yang harus mengkonversi dan menafsirkan keputusan
strategis, tingkat tertinggi, ke dalam rencana konkrit di tengah dan membuat
rencana yang akan dilakukan dan, pada gilirannya, dibagi lagi menjadi rencana
operasional dan rincian yang akan dijalankan pada tingkat operasional.
Termasuk
tugas-tugas operasional dan skema operasi yang benar dan efisien dalam
menjalani sistem pendekatan reduksionis proses khas ditutup. Hal ini dilakukan
berdasarkan proses diprogram dan teknik komputasi. Ini mengubah ide menjadi
kenyataan, atau mengeksekusi tujuan dari suatu tindakan melalui berbagai rute,
jangka pendek pekerjaan umumnya kurang dari 1 tahun.
4. Perencanaan Normatif
Mengacu pada
penciptaan standar, kebijakan serta peraturan yang ditetapkan untuk operasi
organisasi. Hal ini bergantung pada pembentukan standar, metodologi dan metode
untuk berfungsinya kegiatan yang direncanakan.
SUMBER :
rct=j&q=perencanaan+operasional&source=web&cd=1&ved=0CBgQFjAA&url=http%3A%2F%2Fimages.nisasigit.multiply.multiplycontent.com%2Fattachment%2F0%2FS9ZP2gooCHcAABijioU1%2FPerencanaan%2520Operasional.ppt%3Fkey%3Dnisasigit%3Ajournal%3A26%26nmid%3D332956688&ei=zQ7NTqfwAYHkrAfa4dDtDA&usg=AFQjCNG7MSQtajPeCETnHJvJ6Uoh4VwKyQ&cad=rja)
http://www.artikelsiana.com/2015/01/pengertian-manajemen-fungsi-manajemen.html
http://www.artikelsiana.com/2015/08/pengertian-kepemimpinan-fungsi-sejarah.html
http://avin.ngeblogs.com/2009/10/08/pengertian-perencanaan/)
https://www.scribd.com/doc/46122293/Empat-Tahap-Dasar-an
Tidak ada komentar:
Posting Komentar