Kamis, 23 Oktober 2014

PENGANTAR BIOPSIKOLOGI dan SEL SEBAGAI DASAR KEHIDUPAN MAKHLUK HIDUP

SANDY GILANG PRATAMA 
1PA02 - 19514988
REMEDIAL QUIZ 1


PENGANTAR BIOPSIKOLOGI

  • PENGERTIAN  
          Biopsikologi berasal dari kata biologi ( bio yang berarti hidup dan logos yang berarti ilmu ) yaitu ilmu pengetahuan tentang makhluk hidup yang objek kajinnya tidak hanya terbatas pada hewan, tumbuhan namun juga manusia. 
         Kata psikologi ( pyshe yang berarti jiwa dan logos yang berarti ) ilmu yaitu ilmu yang mempelajari prilaku manusia dan proses mentalnya.

  • PENDEKATAN
          Biopsikologi adalah cabang dari Ilmu Saraf yang berkaitan dengan segi biologis dari perilaku. Beberapa ahli menyebutnya dengan "psikobiologi" atau "perilaku biologis" atau "Behavioral Neuroscience" karena menitik beratkan pada pendekatan biologi dalam memahami psikologi. Jadi Psikologi Faal dalam perkembangan baru juga disebut dengan biopsikologi. 
         Sejak Psikologi lahir,pendekatan secara biopsikologi secara implisit sudah diungkapkan, namun secara eksplisit baru muncul pada karya D.O Hebb (1949), "Organization of Behavior". Dalam karyanya tersebut, Hebb mengemukakan teori yang komprehensif tentang fenomena psikologi yang berkaitan dengan persepsi, emosi, pikiran dan memori yang mungkin dikontrol melalui aktivitas otak. Teori tersebut merupakan salah satu dasar yang penting dalam menguraikan dan mengkonkritkan pembahasan tentang perilaku manusia yang kompleks dan kasat mata.
  • HUBUNGAN BIOLOGI DENGAN BIOPSIKOLOGI
          Biologi dan Biopsikologi merupakan ilmu yang memiliki objek yang sama yaitu manusia, namun kedua ilmu tersebut memiliki sudut pandang yang berbeda. Biologi memandang dari objek fisik, sedangkan biopsikologi melihat dari objek kejiwaannya.
  • OBJEK KAJIAN BIOPSIKOLOGI
         1. Manusia dan NonManusia
           Keunggulan manusia sebagai objek kajian adalah manusia dapat mengikuti intruksi dengan baik, manusia dapat melaporkan pengalaman subjektifnya, dan mudah dibersiahkan namuan sebagai manusia kita memiliki barbagai etika yang tidak bisa dilanggar yakni manusia tidak bisa jadi objek penenitian yang eksperimental.  
         2. Eksperimen dan NonEksperimen
           Eksperimen adalah metode yang digunakan para ilmuan untuk menemukan apa penyebab dari suatu peristiwa. Untuk melaksanakan suatu eksperimen yang melibatkan mahluk hidup, eksperimen itu pertama harus merancang dua kondisi atau lebih yang para subjeknya harus di tes.
        3. Penelitian Murni atau Terapan 
            Penelitian murni adalah penelitian yang dimaksudkan oleh sang peneliti untuk memperoleh pengetahun, penelitian murni menurut para ilmuan memiliki manfaat praktis yang lebih besar dibandingkan terapan. 
         Penelitian terapan adalah peneliatian untuk mendapatka menfaat langsung bagi manusia. biasanya tidak memiliki manfaat langsung yang praktis. 
  • DEFINISI PERILAKU DALAM BIOPSIKOLOGI
          Fisiologis 
             Mengaitkan perilaku dengan aktivitas otak dan organ tubuh lainnya. Barkaitan erat  dengan sistem tubuh.
          Ontogoni 
             Ontogeni berasal dari bahasa Yunani à ‘menjadi’, ‘asal muasal’ (permulaan). Menggambarkan perkembangan sebuah struktur ataupun perilaku. Penjelasan ini melihat adanya pengaruh gen, nutrisi, pengalaman, serta interaksi kesemuanya dalam membentuk suatu perilaku.
          Evolusi
              Berhubungan dengan sejarah evolusi suatu struktur atau perilaku.
                 Struktur Sistem Syaraf 
            a)      Sistem syaraf pusat (SSP)
              Terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang, dimana masing-masing organ tersebut memiliki struktur-struktur penyusun yang lebih kecil. 
            b)      Sistem syaraf tepi (SST) 
              Adalah semua saraf selain yang ada di otak dan sumsum tulang belakang.
  • PERILAKU BIOLOGIS
          Nature adalah suatu faktor kepribadian tentang kekuatan biologis yang mengatur perkembangan manusia. Nature dapat di artikan sebagai faktor kepribadian yang berkembang secara alami dan dipengaruhi oleh genetik. 
        Nurture adalah suatu faktor kepribadian tentang kekuatan lingkungan yang mengatur perkembangan manusia. Nurture dapat berupa lingkungan keluarga, masyarakat, bahkan faktor ekonomi dan budaya pun juga termasuk kedalamnya. 
        Dalam konsep teori Jung, mengatakan bahwa faktor nature lebih dominan dibandingkan faktor nurture.



SEL SEBAGAI DASAR KEHIDUPAN MANUSIA
  • PENGERTIAN SEL
        Sel merupakan unit terkecil kehidupan atau tidak dapat dibagi-bagi lagi. sel disebut struktural kehidupan karena sel merupakan dasar kehidupan.  
        Sel berasal dari kata nama latin yaitu cellulae (yang berarti ruangan kecil) Unit berarti bagian terkecil dari sesuatu yang dapat berdiri sendiri.
        Robert Hooke adalah ilmuan yang pertama kali yang mengemukakan pengertian sel, yang di praktekkan dengan sayatan gabus.
  • UKURAN DAN BENTUK SEL
        Sel mempunyai ukuran dan bentuk yang bervariasi. Umumnya ukuran sel adalah mikroskopis. Sebagai contoh pada ovum manusia mempunyai diameter 100 mikro, erytrosit 10 mikro, bakteri 1 mikro, dan virus 0,1 mikrodan sel-sel lain berkisar 0,4 mikrosampai 10 mikro. Telur ayam atau telur burung adalah sebuah sel di mana yang disebut sel adalah vitellusnya. Pada umumnya bentuk sel pada tumbuhan adalah segi empat memanjang atau segi enam, misalnya sel-sel epidermis, sel-sel parenkim. 
  • STRUKTUR SEL
         a)  Sel Prokariotik            
         Semua sel prokariotik memiliki membran plasma (ingat membran plasma, bukan membran inti), nukleoid (berupa DNA atau RNA), dan sitoplasma yang mengandung ribosom. Sel prokariotik tidak mempunyai membran inti, maka bahan inti yang berada dalam sel mengadakan kontak langsung dengan protoplasma. Ciri lain dari sel prokariotik adalah tidak memiliki sistem endomembran (membran dalam), seperti retikulum endoplasma dan kompleks Golgi. Selain itu, sel prokariotik juga tidak memiliki mitokondria dan kloroplas, yaitu mesosom dan kromatofor. Contoh sel prokariotik adalah bakteri dan alga hijau biru.  
                       
          b)  Sel Eukariotik 
            Struktur sel eukariotik meliputi membran plasma, sitoplasma, nukleus, sentriol, retikulum endoplasma, ribosom, kompleks Golgi, mitokondria, lisosom, badan mikro, dan mikrotubulus.         
                  
  • SEJARAH SEL
          Penemuan dan kajian awal tentang sel memperoleh kemajuan sejalan dengan penemuan dan penyempurnaan mikroskop pada awal ke-17 sehingga mikroskop sejak awal tidak dapat dipisahkan dengan sejarah awal penemuan sel, yang dijelaskan sebagai berikut: 
            1. Galileo Galilei (Awal Abad Ke-17)
            Dengan alat dua lensa menggambarkan struktur tipis dari mata serangga. Galilei sebenarnya bukan seorang biologiawan pertama yang mencatat hasil pengamatan biologi melalui mikroskop
            2.  Robert Hooke (1635- 1703)
            Menulis buku “mikrographia” dan menyebutkan adanya sel / pori ketika melihat irisan gabus dari batang Quercus suber dibawah mikroskop buatannya yang disebut “mikroskop sederhana karena lensanya masih satu serta daya perbesarannya hanya 30x. Hooke menyebut bagian-bagian tumbuh-tumbuhan itu “Sel” karena tampak berupa kompartemen atau ruang-ruang kecil dengan nama latin Cellulae yang artinya ruangan kecil atau “Cella” lobang kecil yang berisi cairan kental.

            3.Antonie Van Leeuwenhoek (1632-1723)
            Ia juga membuat mikroskop sederhana berlensa tunggal dan digunakan untuk melihat mikroba (jasad renik) dalam air rendaman jerami, serta bagian yang mungkin terkandung dalam tubuh makhluk hidup. Ia menemukan organismeyang bergerak-gerak didalam air yang kemudian disebut bakteri. Sehingga ia dijuluki bapak Mikrobiologi selain itu juga dijuluki bapak Andrologi (ilmu kelamin pria) karena dialah yang pertama kali menemukan spermatozoa dalam mani manusia

SUMBER : http://rafinajjah.blogspot.com/2012/02/makalah-biopsikologi.html
                      http://softilmu.blogspot.com/2014/08/struktur-sel-eukariotik.html
                      http://imaisfree.wordpress.com/struktur-dan-fungsi-organel-sel/


Senin, 20 Oktober 2014

Ilmu Budaya Dasar

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN



MANUSIA

     Manusia adalah salah satu makhluk hidup yang diciptakan oleh Tuhan dan termasuk ciptaan yang sempurna karena manusia memiliki akal pikiran, napsu, dll. Manusia merupakan makhluk sosial. Karena ia tidak bisa menjalani seluruh kehidupannya seorang diri. Ia membutuhkan orang lain untuk membantu proses kehidupannya dan juga untuk mempertahankan keturunannya. Karena memiliki napsu, manusia cenderung tidak pernah puas atas segala sesuatu yang sudah dimilikinya. Itu yang membuat pikiran manusia semakin maju. Karena ia akan selalu berusaha untuk memenuhi keinginannya.
     Manusia dan kebudayaan pada hakekatnya memiliki hubungan yang sangat erat, dan hampir semua tindakan dari seseorang manusia itu adalah merupakan kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai :
  • Penganut kebudayaan
  • Pembawa kebudayaan
  • Manipulator kebudayaan
  • Pencipta kebudayaan
     Manusia itu bermacam-macam, mereka digolongkan dalam beberapa hal. Ada laki-laki ada perempuan, usia, pekerjaan, warna kulit, agama, dan masih banyak lagi.

Unsur-Unsur yang Membangun Manusia
Manusia terdiri dari 4 unsur :
  1. Jasad    : Tubuh manusia yang dapat dilihat dan diraba
  2. Hayat   : Unsur hidup yang ditandai dengan aktivitas
  3. Ruh      : Bersifat spritual berhubugan langsung dengan Tuhan
  4. Nafs     : Kesadaran/akal tentang diri sendiri
Manusia Sebagai Satu Kepribadian Mengandung Tiga Unsur :
  1. ID                    : Merupakan kepribadian yang mendasar
  2. EGO                : Bagian dari ID sebagai kepribadian yang berbeda dari lainnya
  3. SUPER EGO   : Struktur kepribadian yang paling akhir terbentuk dari luar
Hakekat Manusia

  • Makhluk ciptaan Tuhan terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai kesatuan yang utuh
  • Makhluk memiliki perasaan intelektual, estetis, etis, diri, sosial, religius
  • Makhluk hayati dan budayawi
  • Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan

KEBUDAYAAN

     Kebudayaan adalah seperangkat peraturan yang dibuat oleh suatu masyarakat tertentu, dan disetujui oleh masyarakat tersebut sehingga menjadi ciri khas masyarakat tersebut. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat.
Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

     Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Unsur-Unsur Kebudayaan
  • Sistem religi
  • Sistem organisasi kemasyarakatan
  • Sistem pengetahuan
  • Sistem ekonomi
  • Sistem teknologi dan peralatan
  • Bahasa
  • Kesenian

Wujud Kebudayaan
     Menurut dimensi wijudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu :
  1. Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia
  2. Kompleks aktivitas
  3. Wujud sebagai benda
Orientasi Nilai Budaya
  1. Hakekat hidup manusia : hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstern
  2. Hakekat karya manusia : setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda untuk hidup kedudukan, gerak hidup untuk menambah karya
  3. Hakekat waktu manusia : hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda, masa lalu atau mas kini
  4. Hakekat alam manusia : ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam ada juga yang harus menyatu dengan alam
  5. Hakekar hubugan manusia : mementingkan hubungan antar manusia baik vertikal maupun horizontal
Perubahan Kebudayaan
     Terjadinya gerka perubahan kebudayaan disebabkan oleh :
  • Perubahan jumlah penduduk
  • Perubahan lingkungan hidup
Faktor yang Mempengaruhi Diterima atau Tidak Unsur Kebudayaan Baru
  • Terbatasnya masyarakat memiliki hubugan atau kontak
  • Pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan
  • Sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan
  • Dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat

     Kebudayaan adalah produk manusia, namum manusia sendiri sangat tergantung pada produk kebudayaannya. Itulah dialektika fundamental yang mendasari seluruh proses hidup manusia. Dialektika fundamental ini terdiri dari tiga tahap, yaitu :
  1. Tahap Eksternalisasi, adalah proses pencurahan diri manusia secara terus-menerus kedalam dunia melalui aktivitas fisik dan mentalnya.
  2. Tahap Objektivasi, adalah konsekuensi logis dari tahap eksternalisasi. 
  3. Tahap Internalisasi, adalah tahap dimana realitas objektif hasil ciptaan manusia itu kembali diserap oleh manusia