Sandy Gilang
19514988 – 3PA12
Pengertian Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam
Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan
struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan
lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur
organisasi.
Pengorganisasian (Organizing)
adalah suatu langkah untuk menetapkan, menggolongkan dan mengatur berbagai
macam kegiatan yang di pandang. Seperti bentuk fisik yang tepat bagi suatu
ruangan kerja administrasi, ruangan laboratorium, serta penetapan tugas dan
wewenang seseorang pendelegasian wewenang dan seterusnya dalam rangka untuk
mencapai tujuan.
Pengertian Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen
(unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya
pembagian kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan
yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu
struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan,
saluran perintah dan penyampaian laporan.
Struktur Organisasi dapat didefinisikan sebagai
mekanisme-mekanisme formal organisasi diolah. Struktur organisasi terdiri atas
unsur spesialisasi kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau
desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja.
· Organisasi
Formal
Organisasi formal adalah kumpulan
dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama
secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional. Contoh : Perseroan
terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.
· Organisasi
Informal
Organisasi informal adalah kumpulan
dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan
bersama yang tidak disadari. Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama
anak-anak sd, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan
lain-lain.
Manfaat Struktur Fungsional dan Struktur
Divisional
1. Struktur
Fungsional, yaitu struktur organisasi yang terdiri dari orang-orang dengan
keterampilan yang sama dan melakukan tugas-tugas serupa yang kemuadian
dikelompokkan bersama menjadi beberapa unit kerja. Anggota-anggotanya bekerja
di bidang fungsional sesuai dengan keahlian mereka. Jenis struktur organisasi
seperti ini tidak terbatas pada bisnis saja. Jenis struktur seperti ini juga
dapat bekerja dengan baik untuk organisasi kecil yang memproduksi beberapa
produk atau jasa. Struktur
Fungisional jenis
struktur organisasi ini mengelompokkan orang berdasarkan fungsi yang mereka
lakukan dalam kehidupan profesional atau menurut fungsi yang dilakukan dalam
organisasi. Bagan organisasi untuk organisasi berbasis fungsional terdiri dari
Vice President, Sales department, Customer Service Department, Engineering atau
departemen produksi, departemen Akunting dan Administratif.
2. Struktur
Divisional, stuktur organisasi yang dikelompokkan berdasarkan pada produk yang
sama, proses yang sama, kelompok orang yang melayani pelanggan yang sama, dan
atau berlokasi di daerah yang sama di suatu wilayah geografis. Secara umum
dalam struktur organisasi seperti ini biasanya bersifat kompleks, dan
menghindari masalah yang terkait dengan struktur fungsional. Struktur
Divisional. Ini adalah jenis struktur yang berdasarkan divisi yang berbeda
dalam organisasi. Struktur-struktur ini dibagi ke dalam:
a. Struktur
produk – struktur sebuah produk berdasarkan pada pengelolaan karyawan dan kerja
yang berdasarkan jenis produk yang berbeda. Jika perusahaan memproduksi tiga
jenis produk yang berbeda, mereka akan memiliki tiga divisi yang berbeda untuk
produk tersebut .
b. Struktur
pasar – struktur pasar digunakan untuk mengelompokkan karyawan berdasarkan
pasar tertentu yang dituju oleh perusahaan. Sebuah perusahaan bisa memiliki 3
pangsa pasar yang digunakan dan berdasarkan struktur ini, maka akan membedakan
divisi dalam struktur.
c. Struktur
geografis – organisasi besar memiliki kantor di tempat yang berbeda, misalnya
ada zona utara, zona selatan, barat, dan timur. Struktur organisasi mengikuti
struktur zona wilayah. Jika korporasi diorganisir berbasis divisi, akan
memerlukan lapisan manajemen ekstra (kepala divisi) antara manajemen puncak dan
para manajer fungsional. Fungsi baku kemudian didesain sekitar produk,
pelanggan atau teritori.
Kerugian Struktur Fungsional dan Struktur
Divisional
Kerugian
Struktur Fungisional Respon organisasi terhadap perubahan kondisi lingkungan
lambat Koordinasi antar bagian atau fungsi tidak terlalu baik Inovasi terbatas Pandangan
terhadap sasaran agak terbatas, anggota organisasi cenderung hanya
memperhatikan Sulit untuk menentukan mana yang harus bertanggungjawab Sulit
untuk menilai prestasi kerja Mengandung potensi yang kuat untuk terjadinya
konflik antar fungsi
·
Manfaat Struktur Fungisional
-
Mempergunaka sumberdaya khusus secara efisien,
-
Supervisi dapat dilakukan lebihh mudah
-
Mengembangkan keahliann fungsional,
-
Mudah memobilisasi ketrampilan khusus,
-
Memelihara kendali terpusat atas keputusan strategis,
-
Berkaitan erat dengan strategi melalui kegiatan kunci
sebagai unit terpisah.
·
Manfaat Struktur Divisional
-
Perkerjaan keseluruhan lebih mudah dikoordinasikan
prestasi kerja tinggi dapat dipertahankan,
-
Keputusan lebih cepat,
-
Lebih mudah untuk menilai prestasi kerja,
-
Pengembangan dan strategi dekat dengan lingkungan,
-
Memberikan landasan pelatihan bagi para majer strategis
-
Lebih terfokus pada produk, pasar dan tanggapan cepat
terhadap perubahan,
-
Spesialisasi fungsional masih terpelihara pada
masing-masaing divisi.
Pengertian
Actuating
Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar
semua agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan
perencanaan manejerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi actuating artinya
menggerakkan orang-orang agarmau bekerja dengan sendirinya atau dengan
kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan dikehendaki secara efektif.
Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan. Actuating adalah Pelaksanaan
untuk bekerja. Untuk melaksanakan secara fisik kegiatan dari aktivitas tesebut,
maka manajer mengambil tindakan-tindakannya kearah itu. Seperti : Leadership (
pimpinan ), perintah, komunikasi dan conseling ( nasehat).
Definisi Pengendalian
Pengendalian (kontrol) adalah salah satu fungsi manajerial
seperti perencanaan, pengorganisasian, pengaturan staff, dan mengarahkan.
Mengendalikan merupakan fungsi penting karena membantu untuk memeriksa
kesalahan dan mengambil tindakan korektif sehingga meminimalkan penyimpangan
dari standar dan mengatakan bahwa tujuan organisasi telah tercapai dengan cara
yang baik.
Menurut konsep modern kontrol
adalah tindakan meramalkan sedangkan konsep awal pengendalian hanya digunakan
ketika kesalahan terdeteksi. Kontrol dalam manajemen berarti menetapkan
standar, mengukur kinerja aktual dan mengambil tindakan korektif.
Langkah-Langkah dalam Kontrol
Dalam proses pengendalian (kontrol) dibutuhkan langkah-langkah
seperti berikut ini
·
Menentukan standar-standar yang akan digunakan
menjadi dasar pengendalian.
·
Mengukur pelaksanaan atau hasil yang telah
dicapai.
·
Membandingkan pelaksanaan atau hasil dengan
standar dan menentukan penyimpangan bila ada.
·
Melakukan tindakan perbaikan, jika terdapat
penyimpangan agar pelaksanaan dan tujuan sesuai dengan rencana.
·
Tipe-Tipe Kontrol
4 tipe kontrol dalam pengendalian
manajemen
- Pengendalian dari dalam organisasi (kontrol internal)
Adalah pengendalian yang dilakukan
oleh oleh aparat/unit pengendalian yang dibentuk dari dalam organisasi itu
sendiri (dalam satu atap). Aparat/unit pengendalian ini bertugas mengumpulkan
data dan informasi yang diperlukan oleh pimpinan untuk melihat dan menilai
kemajuan atau kemunduran dalam pelaksanaan pekerjaan. Selain itu pimpinan dapat
mengambil suatu tindakan korektif terhadap hasil pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan
oleh bawahannya (internal control), misalnya unit kerja Inspektorat Jenderal
sebagai unit pengawasan di tingkat departemen.
- Pengendalian luar organisasi (kontrol eksternal)
Adalah pengendalian yang dilakukan
oleh Aparat/Unit Pengendalian dari luar organisasi terhadap departemen (lembaga
pemerintah lainnya) atas nama pemerintah. Selain itu pengawasan dapat pula
dilakukan oleh pihak luar yang ditunjuk oleh suatu organisasi untuk minta
bantuan pemeriksaan/pengendalian terhadap organisasinya. Misalnya Konsultan
Pengawas, Akuntan swasta dan sebagainya.
- Pengendalian preventif
Pengendalian preventif adalah
pengendalian yang dilakukan sebelum rencana itu dilaksanakan. Maksud
pengendalian preventif adalah untuk mencegah terjadinya kekeliruan/kesalahan.
- Pengendalian represif
Pengendalian represif adalah
pengendalian yang dilakukan setelah adanya pelaksanaan pekerjaan. Maksud
dilakukannya pengendalian represif adalah untuk menjamin kelangsungan
pelaksanaan pekerjaan agar hasilnya tidak menyimpang dari yang telah
direncanakan
Kontrol Proses Manajemen
1.
PERENCANAAN
STRATEGI.
Perencanaan
strategi adalah proses memutuskan program-program utama yang akan dilakukan
suatu organisasi dalam rangka implementasi strategi dan menaksir jumlah sumber daya
yang akan dialokasikan untuk tiap-tiap program jangka panjang beberapa tahun
yang akan datang.
2.
PENYUSUNAN
ANGGARAN.
Penyusunan
anggaran adalah proses pengoperasian rencana dalam bentuk pengkuantifikasian,
biasanya dalam unit moneter untuk kurun waktu tertentu.
3.
PELAKSANAAN.
Selama tahun
anggaran, manajer melakukan program atau bagian dari program yang menjadi
tanggungjawabnya. Laporan yang dibuat hendaknya menunjukkan dapat menyediakan
informasi tentang anggaran dan realisasinya baik itu informasi untuk mengukur
kinerja keuangan maupun nonkeuangan, informasi internal maupun eksternal.
4.
EVALUASI
KINERJA.
Pestasi
kerja bisa dilihat dari efisien atau efektif tidaknya suatu pusat
pertanggungjawaban menjalankan tugasnya. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan
antara realisasi anggaran dengan anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya.
Sumber :
http://data.bmkg.go.id/share/Dokumen/modul%208-11.pdf
http://en.wikipedia.org/wiki/Control_%28management%29
http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2184012-pengertian-penggerakan-actuating/#ixzz1nfzTjKeM
http://www.manajemenn.web.id/2011/08/pengertian-pengorganisasian.html
http://deaalliqafitri.blogspot.com/2013/11/tugas-5-manfaat-kerugian-struktur.html
Samuel C. Certo & J.Paul Peter, Strategic Management, McGraw-Hill, 1990, p.125