I.
Pengertian Sistem dan Informasi.
A. Sistem
Marimin (2006) mendefinisikan sistem
adalah suatu kesatuan usaha yang teriri dari bagian-bagian yang berkaitan satu
sama lain yang berusaha mencapai suatu tujuan dalam suatu lingkungan yang
kompleks.
Pengertian sistem menurut Murdick
(dalam Hutahaean, 2014) adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau
prosedur-prosedur pengolahan yang mencari suatu tujuan tertentu.
Dari uraian diatas, dapat
disimpulkan bahwa sistem adalah suatu kesatuan usaha yang terdiri dari
komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
B. Informasi
Davis (Hutahaean, 2014)
mendefinisikan informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk
yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata atau yang dapat
dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang
akan datang.
Sutarman (dalam Muslihudin, 2016)
mendefinisikan informasi adalah sekumpulan fakta (data) yang diorganisasikan
dengan cara tertentu, sehingga mereka mempunyai arti bagi si penerima.
Dari uraian diatas, dapat
disimpulkan bahwa informasi adalah data yang diolah sehingga memiliki nilai dan
mempunyai arti bagi si penerimanya.
II. Pengertian Sistem Informasi Psikologi
A. Sistem
Informasi
Marimin mendefinisikan sistem
informasi adalah adalah suatu kumpulan dari komponen-komponen dalam perusahaan
atau organisasi yang berhubungan dengan proses penciptaan dan pengaliran
informasi
Menurut Sutabri (2012) sistem informasi adalah suatu sistem
didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi
harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan
kegiatan strategis dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak
luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Dari uraian diatas, dapat
disimpulkan bahwa sistem informasi adalah gabungan antara teknologi informasi
dan aktivitas manusia yang mendukung fungsi operasi yang bersifat manajerial.
B. Psikologi
Pengertian
Psikologi menurut Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan
yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku
individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku
terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan
berbicara, duduk, berjalan dan lain sebagainya, sedangkan tingkah laku tertutup
meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.
C.
Sistem Informasi Psikologi
Berdasarkan pengertian diatas, maka kesimpulannya
bahwa sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang didalamnya terdapat
kombinasi dari manusia dan teknologi yang didalamnya terdapat pengolahan data mengenai perilaku manusia sehingga menghasilkan
informasi yang bernilai dan memiliki arti bagi
individu yang dapat
digunakan untuk tujuan tertentu.
III.
Arsitektur Komputer
Menurut www.it-jurnal.com, arsitektur
komputer adalah suatu sistem yang dapat beradaptasi sendiri, struktur yang
dapat mengorganisasikan sendiri, sistem DN.
Menurut
http://definisipengertian.net, yang dimaksud dengan arsitektur komputer ialah
suatu ilmu dan juga seni tentang tata cara interkoneksi antara berbagai macam
komponen perangkat keras atau hardware agas bisa melahirkan sebuah komputer
melengkapi kebutuhan fungsional, kinerja dan juga target keuangannya.
Dari uraian diatas, dapat
disimpulkan bahwa arsitektur computer adalah suatu ilmu tentang interkoneksi
hardware yang dapat beradaptasi menciptakan sebuah komputer yang dapat memenuhi
kebutuhan tertentu.
IV. Struktur Kognisi Manusia
A. Struktur
Menurut KBBI, struktur memliki
banyak definisi, yaitu; cara sesuatu disusun atau dibangun; susunan; bangunan;
2 yang disusun dengan pola tertentu; 3 pengaturan unsur atau bagian suatu
benda; 4 ketentuan unsur-unsur dari suatu benda; 5 pengaturan pola dalam bahasa
secara sintagmatis. Dapat
disimpulkan bahwa struktur adalah susunan, unsur atau pola.
B. Kognisi
Menurut Ausable ia
berpendapat bahwa struktur kognitif merupakan organisasi pengetahuan atau
dengan kata lain bahwa struktur kognitif dapat disebut sebagai pengetahuan.
Struktur kognitif seseorang tidak lain adalah organisasi pengetahuan faktual
yang diperoleh dari lingkungan. Struktur kognitif terbentuk dari informasi
lingkungan sebagai suatu stimulus dari lingkungan yang selalu berubah, maka
struktur kognitif atau pengetahuan pun akan terus berkembang. Keadaan struktur
kognitif yang berkembang inilah yang mungkin menjadi prasyarat bagi seseorang
yang untuk mengasimilasi dan mengakomodasi pengetahuan atau informasi lain dari
lingkungan sehingga struktur kognitif ini dapat memiliki kemampuan untuk berkembang.
Semiun (2006) mengatakan bahwa
kognisi adalah kegiatan-kegiatan mental yang dibutuhkan dalam memperoleh,
menyimpan, mendapatkan kembali, dan menggunakan pengetahuan.
Dewanto (2007) mendefinisikan
kognisi sebagai suatu kegiatan pikiran, saat seseorang sadar akan objek suatu
pemikiran atau persepsi.
Dari berbagai definisi diatas, Dapat
disimpulkan bahwa struktur kognisi manusia adalah susunan kegiatan mental atau
kegiatan pikiran saat seseorang sadar yang dibutuhkan dalam memperoleh,
menyimpan, mendapatkan kembali, dan menggunakan pengetahuan atau informasi pada
manusia.
V. Kaitan Arsitektur Komputer dan Struktur
Kognisi Manusia
Arsitektur komputer dan struktur
kognisi manusia sama-sama memiliki pengertian yang hampir sama dan tujuan yang
sama. Arsitektur Komputer berhubungan interkoneksi hardware sedangkan Struktur
kognisi manusia kegiatan mental yang dua-duanya sama-sama memproses sesuatu
dengan tujuan memenuhi kebutuhan atau informasi tertentu.
VI. Kelemahan dan Kelebihan dari
Arsitektur Komputer bila Dibandingkan dengan Struktur Kognisi Manusia
Komputer adalah hasil dari
pengetahuan manusia, yang tentunya memiliki kelebiihan dan kelemahan jika
dibandingkan dengan manusia itu sendiri. Berikut adalah perbandingannya.
Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa psikologi
adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang tingkah laku manusia dalam hubungannya
dengan lingkungannya yang dipengaruhi oleh kondisi mental organisme dan
lingkungan itu sendiri.
Arsitektur
computer
Kelebihan
§ Dapat
melakukan operasi dengan cepat karena komputer masa kini didesain secepat
mungkin dan tidak akan mengalami penurunan performa yang signifikan
§ Dapat
membantu pekerjaan manusia
§ Informasi
yang disimpan di computer bersifat permanen dan tidak aka nada data yang hilang
karena faktor internal
§ Sangat Logis
§ Kapasistas
memori konstan
§ Dapat
diperbaiki jika rusak
b.
Kelemahan
§ Bergantung
kepada pengguna atau manusia itu sendiri
§ Tidak
memiliki kompleks.
§ Kemampuannya
terbatas akan keterbatasan manusia itu sendiri karena komputer.
§ Tidak
memiliki kognisi.
§ Tidak
memiliki emosi.
2.
Struktur Kognisi Manusia
a.
Kelebihan
§ Dapat
menghasilkan sesuatu yang baru dengan berpikir.
§ Memiliki
Emosi.
§ Dapat
ditingkatkan performanya.
§ Selalu
berinovasi.
b.
Kekurangan
§ Proses mental
yang tidak konstan karena adanya emosi.
§ Memori
manusia tidak bersifat konstan, memori yang lama cenderung tergantikan dengan
yang baru.
§ Sulit untuk
diperbaiki jika terjadi kerusakan.
§ Mengalami
penurunan performa seiring berjalannya waktu.
Suryadi, HS. (1994). Pengantar arsitektur computer (Seri diktat). Jakarta: Gunadarma
https://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_komputer
ekoy0rangec0rner.blogspot.com/2013/10/struktur-kognisi-manusia-dan-analisa.html?m=1
https://www.it-jurnal.com/arsitektur-komputer/. Diakses pada 05 Oktober 2017 pada 00.22 WIB
https://pengertiandefinisi.com/pengertian-psikologi-dan-beberapa-kelompok-ilmu-psikologi/. Diakses pada 05 Oktober 2017 pada 00.27 WIB
http://www.pengertianku.net/2014/12/pengertian-arsitektur-komputer-secara-lebih-jelas.html. Diakses pada 05 Oktober 2017 pada 00.30 WIB
Hutahaean, J. (2014). Konsep sistem informasi. Yogyakarta: Deepublish Publisher
Intan, R., Chi, C., Palit, H. N., & Santoso, L.
W.(2015). Intelligence in the era of big
data. Springer.
Marimin, Tanjung, H., & Prabowo H. (2006). Sistem informasi manajemen: sumber daya
manusia. Jakarta: Grasindo
Muhibbinsyah. (2001). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung:
PT. Remaja Rosdakarya.
Muslihudin, M., & Oktafianto. (2016). Analisis dan perancangan sistem informasi.
Yogyakarta: Andi.
Semiun,
Y. (2006). Kesehatan mental 3. Yogyakarta:
Kanisus
Sutabri, T. (2012). Konsep sistem informasi. Yogyakarta: Andi.
Wade,
C., & Tavris, C.Psikologi, edisi kesembilan, jilid 1. Jakarta:
Erlangga







