Senin, 09 November 2015

SOFTSKILL



 Pengertian Penyesuaian Sosial Definisi dan Karakteristiknya

Tuning sosial atau penyesuaian sosial yang artinya mudah untuk membayangkan dan memahami . Ini adalah proses di mana orang-orang mengadopsi sikap orang lain dan mendapatkan bantuan dengan mengambil tindakan yang sama seperti orang lain . Sebagai contoh , fenomena kain dan aksesoris orang terkenal yang mengenakan bahwa terjual habis dalam waktu singkat dan banyak gadis mencoba untuk meniru dan membeli produk yang sama atau mirip dengan selebriti . Ini adalah salah satu tuning sosial , keyakinan bahwa " itu harus bagus karena ia / dia memakai . " Iklan sering mengambil keuntungan dari psikologi pemasaran ini .

Ada banyak bisnis dan pemasaran metode mengambil keuntungan dari psikologi manusia di sekitar kita . Salah satu wakil tuning sosial akan menjadi rekomendasi sosial yang menginformasikan pengunjung tentang preferensi teman-teman mereka ' atau sejarah pembelian . Kemungkinan bahwa orang yang melihat preferensi teman-teman mereka membeli apa yang mereka beli atau dianjurkan lebih tinggi dari non - rekomendasi .
Penyesuaian Sosial - Remaja sebagai makhluk sosial dituntut memiliki kemampuan penyesuaian sosial yang baik. Kegagalan remaja dalam menguasai  kemampuan sosial akan menyebabkan remaja sulit menyesuaikan diri dengan lingkungannya. 

Schneiders (1964: 460) mendefinisikan penyesuaian sosial sebagai ”the capacity to react efectively and wholesomely to social realities, situation, and relation”.
Penyesuaian sosial menandakan kemampuan atau kapasitas yang dimiliki individu untuk bereaksi secara efektif dan wajar pada realitas sosial, situasi, dan relasi sosial.
Lebih jelasnya, Schneiders (1964: 454-455) menyatakan ”Social adjustment signifies the capacity to react efectively and wholesomely to social realities, situation, and relation so that the requirements for social living are fulfilled in acceptable and satisfactory manner”.

Penyesuaian sosial menandakan kemampuan atau kapasitas yang dimiliki individu untuk bereaksi secara efektif dan wajar pada realitas sosial, situasi, dan relasi sosial dengan cara yang dapat diterima dan memuaskan sesuai ketentuan dalam kehidupan sosial.
Selain itu, penyesuaian didefinisikan juga sebagai proses yang mencakup respon mental dan perilaku di dalam mengatasi tuntutan sosial yang membebani dirinya dan dialami dalam relasinya dengan lingkungan sosial (Schneiders, 1964: 455).

Karakteristik Penyesuaian Sosial yang Sehat

Scheneiders (1964: 51) mengemukakan beberapa kriteria penyesuaian yang tergolong baik (good adjusment) ditandai dengan: 
  1. Pengetahuan terhadap diri sendiri dan orang lain,
  2. Obyektivitas dan penerimaan sosial, 
  3. Pengendalian diri dan perkembangan diri, 
  4. Tujuan dan arah yang jelas, 
  5. Perspektif, dan filsafat hidup memadai, 
  6. Rasa humor,
  7. Rasa tanggung jawab sosial, 
  8. Kecakapan bekerja sama dan menaruh minat kepada orang lain, 
  9. Memiliki minat yang besar dalam bekerja dan bermain,
  10. Perkembangan kebiasaan yang baik, 
  11. Adaptabilitas, kepuasan dalam  bekerja dan bermain, 
  12. Orientasi yang menandai terhadap realitas sosial.

Sejalan dengan pendapat Syamsu Yusuf, Schneiders (1964: 51) mengemukakan ciri penyesuaian sosial yang baik sebagai berikut:
  1. Memiliki pengendalian diri yang tinggi dalam menghadapi situasi atau persoalan, dengan kata lain tidak menunjukan ketegangan emosi yang berlebihan.
  2. Tidak menunjukan mekanisme psikologis yang berlebihan, bertindak wajar dalam memberikan reaksi terhadap masalah dan konflik yang dihadapi. ampu mengolah pikiran dan perasaan dengan baik, sehingga menemukan cara-cara yang tepat untuk menyelesaikan masalahnya. 
  3. Memiliki pertimbangan rasional dan pengendalian diri, memiliki kemampuan dasar berfikir serta dapat memberikan pertimbangan terhadap tingkah laku yang diperbuat untuk mengatasi masalah yag dihadapinya. 
  4. Mampu belajar sehingga dapat mengembangkan kualitas dirinya terutama dalam bersedia belajar dari pengalaman dan memanfaatkan pengelaman tersebut dengan baik. 
  5. Mempunyai sikap realistik, objektif, dapat menilai  situasi, masalah dan kekurangan dirinya secara objektif.

Ketidakmampuan menyesuaikan diri terhadap lingkungan sosial terlihat dari ketidakpuasan terhadap diri sendiri dan lingkungan sosial serta memiliki sikap-sikap yang menolak realitas dan lingkungan sosial. Siswa  yang mengalami perasan ini merasa terasing dari lingkungannya, akibatnya ia tidak mengalami kebahagiaan dalam berinteraksi dengan teman-teman sebaya atau keluarganya.

Ketidakbahagiaan siswa kadang-kadang lebih karena masalah-masalah pribadi daripada masalah-masalah lingkungan, namun memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan sosialnya, dalam hal ini penyesuaian sosial. Jika siswa realistis tentang segala kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki, dan merasa bahagia pada orang-orang yang menerima mereka serta mampu mencurahkan perhatian dan kasih sayang pada orang-orang tersebut, kemungkinan untuk merasa bahagia akan meningkat. Artinya bahwa siswa memiliki  penyesuaian sosial yang sehat. 
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyesuaian Diri dan Sosial

Kemampuan penyesuaian diri dan sosial setiap individu berbeda-beda, adapun yang membedakan hal tersebut dapat dikarenakan faktor-faktor berikut ini (Schneiders, 1964: 122):

a.  Kondisi Fisik
b.  Perkembangan dan Kematangan
c.  Faktor Psikologis
d.  Kondisi Lingkungan
e.  Faktor Budaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar